Simaksi Adalah: Arti, Cara Booking Tiket Pendakian Resmi, dan Tips

Ringkasan jawaban
Simaksi adalah singkatan dari Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi, izin dari pengelola kawasan konservasi seperti balai taman nasional. Untuk pendakian wisata, taman nasional seperti Merbabu dan Gede Pangrango memakai booking online dan e-tiket, sedangkan SIMAKSI resmi diurus untuk penelitian, film, atau event. Di gunung kawasan Perhutani seperti Sindoro, yang kamu beli adalah tiket masuk, walau aplikasi tiketnya tetap memakai kata simaksi. Pesan selalu lewat kanal resmi dan cek status jalur sebelum berangkat.
Kotak keselamatan
Per 12 Oktober 2026: pendakian Gunung Gede Pangrango DITUTUP sampai batas waktu yang belum ditentukan untuk pencegahan kebakaran hutan (pengumuman BBTNGGP, 31 Agustus 2026). Merbabu: kuota Oktober tersedia di jalur Selo, Thekelan, Suwanting, dan Cuntel, sedangkan sisa kuota Wekas 0 untuk semua tanggal sejak 5 Oktober. Sindoro: tiket keenam pos tersedia di aplikasi Tiket Pendakian. Andong: kami tidak menemukan pengumuman buka atau tutup resmi yang berlaku, jadi tanyakan langsung ke basecamp. Status bisa berubah kapan saja, jadi cek kanal resmi pengelola sebelum berangkat.
Sumber resmi:
- Balai Besar TN Gunung Gede Pangrango, sistem booking resmi (pengumuman penutupan) (dicek 12 Okt 2026)
- Balai TN Gunung Merbabu, cek sisa kuota Oktober 2026 (dicek 12 Okt 2026)
- Tiket Pendakian, aplikasi tiket masuk Gunung Sindoro (pengelola tercantum: Perhutani) (dicek 12 Okt 2026)
- Perhutani KPH Kedu Utara, koordinasi dengan pengelola basecamp Gunung Andong (dicek 12 Okt 2026)
Simaksi adalah singkatan dari Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi. Di kalangan pendaki, kata ini dipakai untuk menyebut izin atau tiket resmi sebelum naik gunung. Masalahnya, tidak semua gunung di Jawa berada di kawasan konservasi. Jadi "simaksi" yang kamu bayar di satu gunung bisa berbeda jenisnya dengan di gunung lain.
Panduan ini membahas arti simaksi menurut aturan, bedanya dengan e-tiket dan tiket basecamp, cara booking tiket pendakian resmi, tarif yang kami cek langsung dari situs pengelola, dan hal yang perlu disepakati kalau kamu naik bareng teman baru. Contohnya diambil dari lima gunung di daftar jalur pendakian Wisapedia: Merbabu, Gede Pangrango, Sindoro, Prau, dan Andong.
Catatan
Semua tarif, kuota, dan status jalur di artikel ini dicek dari kanal resmi pengelola pada 12 Oktober 2026. Aturan pendakian sering berubah, jadi buka lagi tautan resminya sebelum kamu berangkat.
Simaksi adalah izin masuk kawasan konservasi: arti dan dasar aturannya
Kepanjangan SIMAKSI sudah menjelaskan fungsinya: surat izin untuk masuk dan berkegiatan di dalam kawasan konservasi. Balai Taman Nasional Baluran, misalnya, menyebut SIMAKSI sebagai dokumen wajib untuk penelitian, dokumentasi komersial, atau aktivitas khusus lain di kawasannya. Halaman yang sama mencantumkan dasar hukumnya, yaitu Peraturan Direktur Jenderal PHKA Nomor P.7/IV-Set/2011 tentang Tata Cara Masuk Kawasan Suaka Alam dan Kawasan Pelestarian Alam.
Lalu, kawasan konservasi itu yang mana saja? UU Nomor 5 Tahun 1990, yang diubah dengan UU Nomor 32 Tahun 2024, mengenal beberapa jenis kawasan konservasi. Dua yang paling relevan untuk pendakian adalah kawasan suaka alam, seperti cagar alam dan suaka margasatwa, dan kawasan pelestarian alam, yang mencakup taman nasional, taman hutan raya, dan taman wisata alam. Taman nasional didefinisikan sebagai kawasan pelestarian alam dengan ekosistem asli yang dikelola dengan sistem zonasi. Gunung Merbabu dan Gede Pangrango termasuk di sini, masing-masing dikelola balai taman nasionalnya sendiri.
Nah, ini bagian yang jarang dibahas. Sejumlah gunung favorit pendaki di Jawa Tengah berada di kawasan hutan yang dikelola Perum Perhutani, di luar taman nasional. Jalur Sindoro via Sigedang dan jalur-jalur Gunung Andong, misalnya, ada di wilayah Perhutani KPH Kedu Utara. Di Sindoro, yang kamu beli adalah tiket masuk pos pendakian. Sistem tiketnya menamai produknya "tiket masuk", walau menu dan alamat halamannya memakai kata simaksi. Di Andong, kami tidak menemukan booking online resmi, jadi urusan daftarnya ada di basecamp.
Kenapa perbedaan ini penting buat kamu? Karena aturan, cara pesan, dan tarifnya ikut berbeda. Kalau kamu menganggap semua "simaksi" sama, kamu bisa salah membuka situs, salah menghitung biaya, atau kaget saat petugas meminta dokumen yang tidak kamu siapkan.
| Istilah | Artinya | Dipakai di mana | Contoh (dicek 12 Okt 2026) |
|---|---|---|---|
| SIMAKSI resmi | Surat izin masuk kawasan konservasi untuk kegiatan khusus | Balai taman nasional dan kawasan konservasi lain | Merbabu: penelitian, foto komersial, film, event olahraga, kedinasan |
| E-tiket booking online | Bukti pesan tiket pendakian wisata di sistem resmi balai | Taman nasional yang memakai booking online | Merbabu, Gede Pangrango |
| Tiket masuk pos pendakian | Tiket dari pengelola kawasan hutan atau mitranya | Kawasan hutan Perhutani | Sindoro, lewat aplikasi Tiket Pendakian |
| Daftar lewat basecamp | Cara daftar dan biaya ditanyakan langsung ke pengelola basecamp | Gunung tanpa booking online resmi | Andong (booking online resmi tidak kami temukan) |
| "Simaksi" (sebutan umum) | Kata yang dipakai untuk izin atau tiket naik gunung, apa pun jenisnya | Percakapan pendaki, juga sebagian kanal resmi | Menu "Simaksi" di aplikasi Tiket Pendakian, "SIMAKSI pendakian" di halaman pendaftaran TNGGP |
Simaksi, e-tiket, dan tiket basecamp: kenapa namanya beda-beda
Nama izinnya mengikuti siapa pengelola kawasan gunungnya. Jadi, jawaban untuk pertanyaan "simaksi adalah apa" di gunung tujuanmu bergantung pada pengelolanya. Langkah pertama sebelum mengurus apa pun adalah mencari tahu gunung itu dikelola siapa. Informasinya biasanya ada di situs resmi balai, situs Perhutani, atau halaman pemerintah daerah.
Taman nasional: e-tiket untuk wisata, SIMAKSI untuk kegiatan khusus
Prosedur Tetap Wisata Pendakian Balai TN Gunung Merbabu yang ditetapkan Juli 2026 memberi contoh paling jelas. Setiap pendakian wajib lewat booking online sesuai kuota, dan bagian tarifnya berjudul "Tiket Pendakian". Pendaki dengan tujuan khusus, seperti penelitian, pengambilan foto komersial, pembuatan video atau film, event olahraga, dan kedinasan, harus mengurus SIMAKSI ke kantor Balai dan membayar PNBP (penerimaan negara bukan pajak) sesuai ketentuan.
Gede Pangrango punya pola yang mirip. SOP Pendakian TNGGP 2025 mewajibkan SIMAKSI untuk kegiatan non wisata alam, seperti penelitian, pendidikan, pembuatan film, ekspedisi, dan jurnalistik. Pengurusannya langsung di kantor Balai Besar paling lambat seminggu sebelum kegiatan. Uniknya, halaman pendaftaran di sistem booking TNGGP masih memakai istilah "SIMAKSI pendakian" untuk pendaki umum. Jadi wajar kalau istilah ini membingungkan: kanal resminya sendiri memakainya untuk dua hal.
Yang perlu diwaspadai komunitas: kegiatan rombongan besar bisa masuk kategori SIMAKSI. Balai TN Baluran memasukkan diksar, pendakian massal, bersih gunung, berkemah, dan penanaman sebagai "kegiatan umum" yang perlu SIMAKSI. Syaratnya proposal atau surat pengantar resmi, fotokopi identitas, dua lembar materai 10.000, dan pengajuan paling lambat seminggu sebelum acara. Aturan tiap balai bisa berbeda, jadi kalau kamu mengorganisasi acara bersih gunung, tanyakan ke balai tujuan apakah e-tiket biasa sudah cukup.
Kawasan Perhutani: tiket masuk lewat aplikasi mitra
Pada Oktober 2025, Perhutani KPH Kedu Utara meneken nota kesepahaman dengan PT MTN soal sistem tiket online wisata pendakian di wilayahnya. Pada Juli 2026, Perhutani dan tim tiket MTN mendampingi penerapan aplikasi tiket pendakian di Basecamp Sigedang, salah satu jalur Sindoro. Aplikasinya bernama Tiket Pendakian, yang di situsnya tercantum sebagai merek dagang PT Manggala Teknologi Nusantara. Saat kami cek pada 12 Oktober 2026, Gunung Sindoro dan Gunung Kembang tercantum di sana dengan pengelola "Perhutani". Di aplikasi itu, Sindoro punya enam pos perizinan, termasuk Kledung, yang dibahas lebih detail di halaman Sindoro via Kledung.
Gunung Prau berbeda lagi. Prau tidak tercantum di daftar gunung aplikasi Tiket Pendakian saat kami cek. Basecamp Dwarawati, salah satu pintu Prau, berada di kawasan hutan yang dikelola Perhutani menurut rilis Perhutani KPH Banyumas Timur (31 Juli 2026). Untuk cara daftar terbaru per jalur, lihat halaman Gunung Prau dan tanyakan langsung ke basecamp yang kamu pilih.
Tanpa booking online: urusan daftar lewat basecamp
Di Desa Girirejo ada tiga jalur atau basecamp Gunung Andong: Sawit, Pendem, dan Gogik. Menurut Pemerintah Desa Girirejo, pengelola ketiga basecamp itu duduk bersama desa, LMDH, Perhutani, dan Palawi pada 16 September 2026 untuk membahas tata kelola wisata Andong. Kami tidak menemukan sistem booking online resmi untuk Andong, dan tarif resmi terkininya juga tidak kami temukan dipublikasikan. Jadi, tanyakan cara daftar dan biayanya langsung ke basecamp yang kamu pilih. Perlu dicatat juga, Disparpora Kabupaten Magelang dalam pengumuman tahun 2024 menyebut penutupan selama Ramadan sebagai kebijakan tiap tahun. Detail jalurnya ada di halaman Gunung Andong.

Cara booking tiket pendakian resmi, langkah demi langkah
Urutan umumnya hampir sama di semua gunung yang memakai booking online. Bedanya ada di detail: batas waktu, jumlah anggota, dan dokumen yang diminta. Kami ambil tiga contoh dengan tipe pengelola berbeda supaya kamu bisa membandingkan.
Contoh 1: Gunung Merbabu (taman nasional)
Semua langkah di bawah bersumber dari SOP 2026 dan panduan booking resmi Balai TN Gunung Merbabu:
- Buat akun pendaki di situs booking resmi dengan KTP, SIM, KIA, atau kartu pelajar (WNA memakai paspor atau KITAS). Akun dibuat paling lambat 5 hari sebelum booking dan diverifikasi admin Balai.
- Cek kuota, lalu booking jalur dan tanggal paling lambat 3 hari sebelum pendakian. Rombongan minimal 3 dan maksimal 10 orang, dan setiap anggota wajib punya Kode Pendaki sendiri.
- Bayar lewat Virtual Account BRI. E-tiket dikirim ke email dan WhatsApp ketua rombongan.
- Validasi di basecamp. Petugas mencocokkan e-tiket dengan identitas, memeriksa barang bawaan, lalu kamu membayar asuransi dan jasa wisata lokal. Setiap pendaki juga mengisi pernyataan riwayat kesehatan, dan jalur Selo memakai gelang RFID untuk check-in dan check-out.
Tips
Hitung mundur dari tanggal naik. Akun paling lambat 5 hari sebelum booking, booking paling lambat 3 hari sebelum naik. Kalau anggota rombonganmu belum punya akun, mulailah setidaknya 8 hari sebelum hari H.
Ada satu temuan kecil dari data kuota resmi. Saat kami cek pada 12 Oktober 2026, sisa kuota jalur Thekelan dan Suwanting untuk Sabtu, 17 Oktober sudah 0. Padahal di hari kerja pekan yang sama, sisa kuota keduanya masih ratusan. Jalur Selo pada hari yang sama masih menyisakan 516 kuota. Jadi kalau kamu hanya bisa naik di akhir pekan, siapkan jalur cadangan. Perbandingan jalurnya ada di halaman Gunung Merbabu dan Merbabu via Suwanting.
Contoh 2: Gunung Gede Pangrango (taman nasional, sedang ditutup)
Sistem booking Gede Pangrango ada di booking.gedepangrango.org. Pemesanan juga bisa lewat hiking organizer berizin, yang mendapat jatah 300 dari total kuota 900 pendaki per hari menurut SOP 2025. Ketentuan utamanya:
- NIK dipakai sebagai ID pendaki, dengan unggahan KTP atau Kartu Keluarga.
- Satu kelompok minimal 3 orang, dan sistem menerima maksimal 10 orang.
- Pembayaran wajib selesai 2 jam setelah sandi pembayaran keluar. Lewat dari itu, data dihapus otomatis (SK Kepala Balai Besar Nomor 95 Tahun 2025).
- Surat keterangan sehat asli berstempel basah yang diurus H-1 sebelum pendakian, dengan syarat saturasi oksigen (SpO2) minimal 90 persen dan tekanan darah dalam rentang normal. Untuk urusan kesehatan yang lebih rinci, tanyakan ke dokter atau fasilitas kesehatan yang menerbitkan suratnya.
- Check-in dengan memindai barcode e-tiket di pos jaga Cibodas, Gunung Putri, atau Selabintana. Jam lapor masuk 07.30 sampai 14.00 WIB di hari kerja dan 07.00 sampai 16.00 WIB di hari libur.
Perhatian
Per 12 Oktober 2026, pendakian Gunung Gede Pangrango ditutup sampai batas waktu yang belum ditentukan untuk pencegahan kebakaran hutan. Pengumumannya tayang di sistem booking sejak 31 Agustus 2026, dan ketiga pintu berstatus tutup di sistem booking untuk semua tanggal yang tersedia. Menurut pengumuman itu, calon pendaki yang sudah memesan pendakian pada tanggal 1 September 2026 dan seterusnya akan dikirimi tautan pengajuan refund lewat WhatsApp resmi BBTNGGP. Pantau halaman Gede Pangrango dan jalur via Putri untuk kabar pembukaan.

Contoh 3: Gunung Sindoro (kawasan Perhutani)
Di aplikasi Tiket Pendakian, kamu memilih Gunung Sindoro (Perhutani), lalu pos perizinan masuk dan keluar, tanggal masuk dan keluar, jumlah pemesan, membaca SOP pendakian pos tersebut, lalu menekan Selanjutnya untuk melengkapi pesanan. Yang menarik, SOP tiap pos berbeda cukup jauh. Menurut SOP pos yang kami baca di aplikasi pada 12 Oktober 2026:
- Pendakian tektok (naik dan turun di hari yang sama tanpa berkemah) boleh di Sigedang dengan registrasi pukul 22.00 sampai 00.00, di Alang-alang Sewu pukul 12.00 sampai 03.00, dan di Watu Lunyu pukul 21.00 sampai 24.00. Watu Lunyu juga mewajibkan pendaki tektok membawa emergency blanket dan nasi bungkus.
- SOP pos Kledung dan Sigedang tidak mengizinkan pendaki naik sendirian.
- SOP Kledung mencantumkan batas usia 10 sampai 65 tahun.
Kalau kamu berencana tektok, baca dulu panduan tektok supaya tahu risikonya. Di Gede Pangrango, misalnya, SOP 2025 justru melarang tektok tanpa izin khusus. Info lengkap per jalur Sindoro ada di halaman Gunung Sindoro.

Berapa biaya simaksi? Tarif resmi per Oktober 2026
Tiket masuk taman nasional adalah PNBP yang tarifnya diatur PP Nomor 36 Tahun 2024. Lampiran PP ini membedakan tarif menurut kelas taman nasional dan jenis pengunjung: wisatawan nusantara, wisatawan mancanegara, dan rombongan pelajar atau mahasiswa. SOP Merbabu merujuk langsung ke PP ini. Untuk Sindoro di kawasan Perhutani, angkanya kami ambil dari aplikasi tiketnya per pos. Untuk Andong, tarif resmi terkini tidak kami temukan. Berikut angka yang kami baca langsung dari kanal resmi:
| Gunung (pengelola) | Cara pesan | Tarif resmi per orang | Catatan |
|---|---|---|---|
| Merbabu (Balai TN Gunung Merbabu) | Booking online resmi | WNI: tiket masuk Rp20.000 per hari (Senin sampai Sabtu) atau Rp30.000 per hari (Minggu dan libur nasional), tiket mendaki Rp20.000 per kegiatan, berkemah Rp5.000 per hari. WNA: tiket masuk Rp200.000 per hari | Belum termasuk biaya jasa wisata lokal, asuransi, dan pengelolaan basecamp. Asuransi dan jasa wisata lokal dibayar saat validasi di jalur. Nominalnya tidak tercantum di panduan booking |
| Gede Pangrango (BBTNGGP) | Booking online resmi atau hiking organizer berizin | WNI Rp72.000 (hari kerja) atau Rp92.000 (hari libur). Pelajar WNI Rp52.000 atau Rp62.000, minimal 5 orang beridentitas pelajar atau mahasiswa. WNA Rp435.000 | Sudah termasuk asuransi. Pendakian sedang ditutup |
| Sindoro (Perhutani KPH Kedu Utara) | Aplikasi Tiket Pendakian | Rp35.000 (Kledung, Sigedang, Alang-alang Sewu, Watu Lunyu) atau Rp30.000 (Kalitengah, Ndoro Arum) | Sama untuk hari kerja, akhir pekan, WNI, dan WNA |
| Andong (kawasan Perhutani, dikelola lewat basecamp) | Tanyakan ke basecamp | Tarif resmi terkini tidak kami temukan dipublikasikan | Tanyakan langsung ke basecamp |
Menurut kami, angka di tabel ini justru bagian yang paling mudah dicek. Yang rawan memicu salah paham di grup adalah biaya yang nominalnya tidak tercantum di panduan booking, seperti asuransi dan jasa wisata lokal di Merbabu. Saran kami, sisihkan dana cadangan per orang untuk biaya di basecamp, lalu catat angka pastinya begitu sampai di lokasi.
Penting
Bayar hanya lewat kanal resmi: situs booking balai, aplikasi yang ditunjuk pengelola, atau loket basecamp. Wisapedia tidak menjual tiket pendakian. Kalau ada orang yang menawarkan "bantu booking" dengan transfer ke rekening pribadi, minta bukti e-tiket atas namamu dulu sebelum membayar.
Kalau tiket dibayar satu orang lalu dibagi rata, pakai kalkulator patungan Wisapedia supaya pembagiannya jelas. Masukkan juga transport, logistik, dan dana cadangan tadi supaya totalnya tidak meleset.
Aturan yang ikut melekat pada simaksi, dan sanksinya
Begitu tiket terbit, kamu terikat pada aturan pengelola. Ini aturan yang paling perlu kamu pahami sebelum berangkat, diambil dari SOP resmi yang kami baca:
- Data tiket harus sama dengan orangnya. SOP Merbabu melarang penggantian identitas pendaki dan menyatakan pendaftaran booking online tidak dapat dibatalkan. SOP Gede Pangrango melarang mendaki beda tanggal, beda nama, atau beda pintu masuk, serta mengganti anggota setelah validasi.
- Lama pendakian dan rute dibatasi. Merbabu membatasi pendakian maksimal 2 hari 1 malam, dengan jalur naik dan turun yang sama. SOP Gede Pangrango menyebut jalurnya memerlukan minimal satu kali bermalam dan melarang tektok tanpa izin khusus.
- Sampah dan bawaan diperiksa. Di Merbabu, barang bawaan dicek saat naik, dan sampah dibawa turun untuk diperiksa petugas. Gede Pangrango mewajibkan wadah isi ulang untuk makanan dan minuman serta kantong sampah per kelompok.
- Api dibatasi ketat. Api unggun dilarang di Merbabu dan di SOP lima pos Sindoro. Di Gede Pangrango, membuat perapian yang bisa memicu kebakaran tercantum di daftar sanksi dengan blacklist 10 tahun.
- Bekal air dan perlengkapan wajib. Merbabu mewajibkan air minimal 5 liter per orang. Gede Pangrango punya daftar perlengkapan wajib, mulai dari tenda kedap air sampai obat-obatan pribadi. Cocokkan bawaanmu dengan checklist perlengkapan Wisapedia.
Lalu bagaimana kalau nekat naik tanpa tiket resmi? Di Gede Pangrango, SOP 2025 menggolongkannya sebagai pelanggaran ringan. Sanksinya teguran lisan atau tertulis plus kewajiban membayar 5 kali tiket masuk. Daftar sanksi di sistem booking resminya juga mencantumkan blacklist 2 tahun untuk mendaki tanpa izin atau lewat jalur tidak resmi, di samping proses hukum sesuai peraturan.
Perhatian
Jalur tidak resmi berarti nama kamu tidak tercatat di pos mana pun. Kalau terjadi kecelakaan atau kamu tersesat, petugas tidak punya data siapa yang sedang di gunung, lewat mana, dan kapan seharusnya turun. Sanksi administratif itu kecil dibanding risiko ini.
Pendapat kami, aturan "minimal 3 orang" dan "tidak boleh naik sendirian" sebaiknya dibaca sebagai aturan keselamatan, bukan sekadar urusan administrasi. Di kelompok kecil, satu orang bisa menemani yang cedera sementara yang lain turun mencari bantuan. Kalau ini pendakian pertamamu, baca juga persiapan naik gunung untuk pemula sebelum mengurus tiket.
Tips mengurus simaksi saat naik bareng teman baru
Syarat rombongan minimal 3 orang di Merbabu dan Gede Pangrango punya konsekuensi praktis: kalau kamu cuma berdua, kalian butuh satu orang lagi. Kalau sendirian, kamu tidak bisa booking sama sekali. Kalau temanmu kurang, pilihannya bergabung dengan rombongan lain atau mengajak orang yang baru kamu kenal. Itu wajar, asal urusan izinnya beres sejak awal.
Beberapa kebiasaan yang menurut kami paling membantu:
- Sepakati siapa ketua rombongan. Di Merbabu, e-tiket dikirim ke email dan WhatsApp ketua rombongan. Pastikan ketua membagikan bukti booking ke semua anggota. Kabar "sudah beres" di grup belum cukup.
- Bagikan data seperlunya. Di Merbabu, setiap anggota membuat akun sendiri dan cukup menyerahkan Kode Pendaki ke ketua. Kamu tidak perlu mengirim foto KTP ke grup chat yang isinya orang asing. Untuk gunung yang meminta NIK atau unggahan KTP, kirim langsung ke ketua lewat pesan pribadi, jangan ke grup.
- Transfer setelah namamu tercantum. Minta lihat e-tiket atau kode booking, lalu cek ejaan nama dan nomor identitasmu. Petugas Merbabu mencocokkan e-tiket dengan identitas, dan identitas pendaki tidak boleh diganti, jadi salah data bisa jadi masalah saat validasi di pos.
- Tulis aturan kalau ada yang batal. Tiket yang sudah dibayar umumnya tidak bisa dibatalkan atau dioper. Sepakati di awal: kalau satu orang mundur, apakah bagiannya tetap dibayar? Catat kesepakatannya di grup.
- Kenalan dulu di tempat umum. Ketemu sebelum hari H, misalnya saat belanja logistik bersama, lebih aman daripada pertama kali bertemu di basecamp. Panduan lengkapnya ada di tips aman Wisapedia.
Kalau belum punya rombongan, kamu bisa mencari trip bareng yang sedang buka atau pasang ajakan sendiri dengan menyebut gunung, jalur, tanggal, kuota, dan perkiraan biaya. Cantumkan juga syarat izinnya, misalnya "booking Merbabu via Selo, tiap anggota siapkan akun pendaki paling lambat 8 hari sebelum naik". Calon anggota jadi tahu sejak awal apa yang harus mereka siapkan. Tetap ingat, profil terverifikasi dan ulasan sesama peserta membantu kamu menilai orang, tetapi tidak menjamin keamanan sepenuhnya. Penilaianmu sendiri tetap yang utama.
Cari barengan ke sini
Mau ke Gunung Merbabu, Gunung Gede Pangrango, Gunung Sindoro, Gunung Prau, atau Gunung Andong? Lihat ajakan aktif dari sesama pengguna Wisapedia, atau pasang ajakanmu sendiri dan ajak orang yang tujuannya sama.
Sumber
Semua sumber diakses pada 12 Oktober 2026.
- Balai Taman Nasional Baluran. SOP SIMAKSI: Persyaratan Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi.
- JDIH BPK RI. UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.
- JDIH BPK RI. UU Nomor 32 Tahun 2024 tentang Perubahan atas UU Nomor 5 Tahun 1990.
- JDIH BPK RI. PP Nomor 36 Tahun 2024 tentang Jenis dan Tarif PNBP pada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
- Balai TN Gunung Merbabu. Prosedur Tetap Wisata Pendakian TNGMb, SK Kepala Balai Nomor 55 Tahun 2026 (PDF).
- Balai TN Gunung Merbabu. Panduan Booking Online Pendakian.
- Balai TN Gunung Merbabu. Cek Sisa Kuota Pendakian, Oktober 2026.
- Balai Besar TN Gunung Gede Pangrango. SOP Pendakian TNGGP, berlaku 1 Desember 2025 (PDF).
- Balai Besar TN Gunung Gede Pangrango. Sistem booking pendakian: pengumuman, ketentuan, dan sanksi.
- Balai Besar TN Gunung Gede Pangrango. Keputusan Kepala Balai Besar Nomor 95 Tahun 2025, perubahan SOP Pendakian soal pembayaran, reschedule, dan refund (PDF).
- Tiket Pendakian (PT Manggala Teknologi Nusantara). Pesan Tiket Masuk: Gunung Sindoro (Perhutani), tarif dan SOP per pos.
- Perum Perhutani. Perhutani Gandeng PT Mandala Teknologi Nusantara Kembangkan Tiket Online Wisata Pendakian Gunung di KPH Kedu Utara.
- Perum Perhutani. Perhutani KPH Kedu Utara Dampingi Penerapan Aplikasi Tiket Pendakian di Basecamp Sigedang.
- Perum Perhutani. Perhutani Gaungkan Etika Pendaki di Basecamp Dwarawati demi Kelestarian Gunung Prau.
- Perum Perhutani. Perhutani KPH Kedu Utara Perkuat Sinergi dengan Pengelola Basecamp Gunung Andong untuk Cegah Karhutla.
- Pemerintah Desa Girirejo. Sinergi dan Penataan Tata Kelola Wisata Gunung Andong.
- Disparpora Kabupaten Magelang. Penutupan Pendakian Gunung Andong Selama Bulan Suci Ramadhan.
Tanya jawab
Simaksi itu singkatan dari apa?
SIMAKSI adalah singkatan dari Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi. Balai Taman Nasional Baluran mencantumkan dasar hukumnya, yaitu Peraturan Direktur Jenderal PHKA Nomor P.7/IV-Set/2011 tentang Tata Cara Masuk Kawasan Suaka Alam dan Kawasan Pelestarian Alam (dicek 12 Oktober 2026).
Apakah semua gunung butuh simaksi?
Bentuk izinnya beda-beda, tergantung pengelola kawasannya. Di taman nasional seperti Merbabu dan Gede Pangrango, pendaki wisata memesan lewat booking online dan menerima e-tiket. Di kawasan Perhutani seperti Sindoro, kamu membeli tiket masuk pos pendakian lewat aplikasi Tiket Pendakian. Untuk Andong dan Prau, kami tidak menemukan booking online resmi per 12 Oktober 2026, jadi tanyakan cara daftar dan biayanya langsung ke basecamp.
Berapa biaya simaksi naik gunung?
Tergantung gunung dan pengelolanya. Per 12 Oktober 2026, tarif resmi Gede Pangrango untuk WNI Rp72.000 di hari kerja dan Rp92.000 di hari libur, sudah termasuk asuransi. Merbabu memakai tarif PP 36/2024: tiket masuk Rp20.000 (Senin sampai Sabtu) atau Rp30.000 (Minggu dan libur nasional) per hari, tiket mendaki Rp20.000 per kegiatan, dan berkemah Rp5.000 per hari. Tiket masuk Sindoro Rp30.000 sampai Rp35.000 tergantung pos.
Bisakah booking tiket pendakian kalau naik sendirian?
Di Merbabu dan Gede Pangrango, rombongan minimal 3 orang, jadi pendaki tunggal tidak bisa booking sendiri. SOP pos Kledung dan Sigedang di Sindoro juga melarang mendaki sendiri. Kalau belum punya teman, kamu bisa mencari rombongan lewat ajakan trip di Wisapedia.
Kalau batal, apakah uang simaksi bisa kembali?
Umumnya tidak, kalau batal karena alasan pribadi. SOP Merbabu 2026 menyatakan pendaftaran lewat booking online tidak dapat dibatalkan, dan kompensasi berupa jadwal ulang atau refund hanya disebut untuk force majeure seperti penutupan karena bencana atau operasi SAR. Di Gede Pangrango, pembatalan oleh pendaki tidak dikembalikan, sedangkan refund atau jadwal ulang hanya berlaku bila ada gangguan sistem, kebijakan regional atau nasional, force majeure, atau kondisi lain yang ditetapkan Kepala Balai Besar.
Apakah nama anggota rombongan bisa diganti setelah booking?
Setelah dibayar, umumnya tidak. Di Merbabu, data anggota hanya bisa diubah sebelum Virtual Account terbit, dan SOP 2026 melarang penggantian identitas pendaki. Di Gede Pangrango, mengganti anggota setelah validasi termasuk yang dilarang, dan SK Kepala Balai Besar Nomor 95 Tahun 2025 menyebut penggantian nama tidak berlaku bila calon pendaki membatalkan. Jadi kalau satu teman batal setelah tiket dibayar, slotnya tidak bisa dioper ke orang lain.
Apa sanksi mendaki tanpa simaksi atau tiket resmi?
Di Gede Pangrango, SOP 2025 mengategorikan mendaki tanpa izin sebagai pelanggaran ringan dengan sanksi teguran dan kewajiban membayar 5 kali tiket masuk. Daftar sanksi di sistem booking resminya juga mencantumkan blacklist 2 tahun untuk mendaki tanpa izin atau lewat jalur tidak resmi, di samping proses hukum sesuai peraturan.
Kapan SIMAKSI resmi, bukan e-tiket, wajib diurus?
Saat kegiatanmu bukan pendakian wisata biasa. SOP Merbabu menyebut penelitian, foto komersial, pembuatan video atau film, event olahraga, dan kedinasan. Balai TN Baluran juga memasukkan diksar, pendakian massal, bersih gunung, dan berkemah sebagai kegiatan umum yang perlu SIMAKSI, diajukan paling lambat seminggu sebelumnya.
Panduan terkait

Outfit Naik Gunung Wanita: Pakaian Berlapis, Hijab, dan Daftar Bawaan
Pendakian, Tips, terbit
Foto: Chen1312 / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0

Solo Hiking: Arti, Aturan Basecamp, dan Cara Cari Teman Mendaki
Pendakian, Panduan, terbit
Foto: Muhammad Aziz Nur Fauzan / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0

Porter Gunung: Arti, Aturan Resmi, dan Cara Memakai Jasanya
Pendakian, Panduan, terbit
Foto: Agnes Kwong / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0

Gunung di Jawa Tengah untuk Didaki: Basecamp, Jalur, dan Teman Naik
Pendakian, Daftar, terbit
Foto: Richig geo / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0