Langsung ke isi
WisapediaPasang ajakan trip

Boleh Wisapedia memakai Google Analytics? Cookie analitik membantu kami tahu halaman mana yang berguna, dan baru aktif kalau kamu pilih Setuju. Detailnya ada di Kebijakan privasi.

Solo Traveling Tips: Kapan Cukup Pergi Sendiri dan Kapan Perlu Cari Teman Jalan

TipsOleh Redaksi WisapediaTerbit Diperbarui 12 menit baca
Pendaki membawa ransel dan tongkat berdiri di punggungan Gunung Sindoro dengan lautan awan dan puncak gunung lain di kejauhan
Foto: Iwan Troides / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0

Ringkasan jawaban

Solo traveling tips yang paling menentukan: risiko pergi sendiri bisa ditekan kalau kamu punya sistem kabar, yaitu rencana tertulis untuk satu orang di rumah, lokasi real-time, dan nomor darurat resmi seperti 110 (Polri) dan 115 (Basarnas). Cari teman jalan kalau destinasi mewajibkan rombongan (misalnya Gunung Merbabu, minimal 3 orang per rombongan), kalau aktivitasnya berisiko, atau kalau biayanya jauh lebih ringan dibagi. Kenalan dulu lewat chat, bertemu pertama kali di tempat umum, dan jangan transfer ke rekening pribadi tanpa bukti resmi.

Kotak keselamatan

Dicek 12 Oktober 2026: Gunung Merbabu mensyaratkan 3 sampai 10 orang per rombongan; Gunung Gede Pangrango mensyaratkan minimal 3 orang per kelompok dan pendakiannya DITUTUP sampai waktu yang belum ditentukan (pengumuman tayang sejak 31 Agustus 2026, ketiga pintu masih berstatus tutup di jadwal booking resmi); SOP basecamp Kledung (Gunung Sindoro) melarang pendakian sendiri; Balai TN Komodo tidak mengizinkan wisatawan menjelajah secara mandiri. Aturan bisa berubah, cek ulang di sumber resmi sebelum berangkat. Darurat SAR: 115 (Basarnas).

Sumber resmi:

Kalau kamu mencari solo traveling tips yang lebih berguna dari sekadar "bawa power bank", panduan ini membahas dua hal sekaligus: cara tetap aman saat pergi sendiri, dan cara tahu kapan sebaiknya berhenti sendirian lalu mencari teman jalan. Kami sengaja membahas keduanya bersama, karena keputusan kedua sering menentukan seberapa aman perjalananmu.

Pergi sendiri tidak salah. Kamu bebas mengatur ritme, berhenti di mana saja, dan pulang kapan pun. Yang sering terlewat, beberapa destinasi di Indonesia secara resmi tidak mengizinkan kamu berjalan sendiri. Balai Taman Nasional Gunung Merbabu, misalnya, menulis bahwa setiap kelompok pendakian minimal 3 orang dan maksimal 10 orang (F.A.Q Balai TN Gunung Merbabu, dicek 12 Oktober 2026). Di tempat seperti itu, punya teman jalan sudah jadi syarat masuk.

Panduan ini disusun Redaksi Wisapedia, platform untuk mencari teman jalan dan ikut trip bareng. Semua aturan dan nomor darurat di bawah diambil dari situs resmi pengelola atau instansi (untuk Gunung Sindoro, dari sistem tiket mitra resmi pengelolanya), lengkap dengan tanggal cek. Tidak ada janji aman mutlak di sini. Yang ada adalah cara mengurangi risiko sebanyak yang bisa kamu kendalikan.

Solo traveling tips paling dasar: siapkan sistem kabar sebelum barang

Daftar barang bawaan mudah ditemukan di mana-mana. Menurut kami, persiapan solo traveling justru perlu dimulai dari sistem kabar. Barang yang ketinggalan masih bisa dibeli di jalan. Kabar yang tidak pernah kamu kirim tidak bisa diulang saat sesuatu terjadi. Jadi sebelum memikirkan isi ransel, siapkan tiga hal: rencana tertulis, lokasi yang bisa dilacak, dan nomor darurat yang benar.

Kirim rencana tertulis ke satu orang yang kamu percaya

Pilih satu orang, jangan grup keluarga berisi dua puluh anggota. Di grup besar, pesanmu mudah tenggelam, dan tiap anggota bisa mengira orang lain sudah membacanya. Kalau hanya satu orang yang dititipi, jelas siapa yang perlu bertindak saat kabarmu tidak datang. Isi rencana yang perlu ia pegang:

  • Tujuan, rute, dan urutan kota atau titik yang kamu datangi.
  • Tanggal dan jam berangkat serta pulang, termasuk nomor kereta, bus, kapal, atau penerbangan.
  • Alamat tempat kamu menginap tiap malam (cukup alamatnya, tidak perlu detail lain).
  • Nama dan tautan profil teman jalan, kalau kamu bergabung dengan rombongan di tengah jalan.
  • Jam check-in harian yang sudah kalian sepakati.

Rencana seperti ini lebih rapi kalau disusun dalam satu halaman. Kamu bisa menyusun draf itinerary per hari di perencana trip Wisapedia, lalu menyalin bagian pentingnya (rute, jadwal, alamat menginap) ke pesan untuk orang rumah.

Bagikan lokasi real-time dan sepakati jam check-in

Fitur berbagi lokasi di ponsel membantu orang rumah melihat posisimu tanpa harus terus bertanya. Google, misalnya, menjelaskan bahwa Berbagi Lokasi membantu kamu membagikan lokasi real-time dari perangkat kepada orang yang kamu pilih (Bantuan Akun Google, dicek 12 Oktober 2026).

Lokasi real-time saja belum cukup, karena sinyal bisa hilang di gunung, di laut, atau di daerah terpencil. Karena itu sepakati jam check-in. Contohnya, kamu mengirim kabar setiap pukul 21.00. Kalau dua jam lewat tanpa kabar dan kamu tidak memberi tahu akan hilang sinyal, orang rumah mulai menghubungi teman jalanmu atau pengelola tempat yang kamu kunjungi. Untuk perjalanan ke alam terbuka, cek juga prakiraan cuaca di BMKG sehari sebelum berangkat.

Simpan nomor dan kanal darurat yang resmi

Simpan nomor ini di kontak ponsel dan tulis juga di kertas yang terpisah dari ponsel. Ambil nomornya dari situs resmi, jangan dari pesan berantai.

Kanal Kapan dipakai Sumber resmi (dicek 12 Okt 2026)
110 Call Center Polri, untuk melapor kejadian (kecelakaan, kerusuhan) dan mengadukan ancaman atau tindak kekerasan polri.go.id, Call Center 110
115 Kontak Darurat SAR Basarnas, untuk kondisi yang butuh pencarian dan pertolongan basarnas.go.id
SAPA 129 Pengaduan kekerasan terhadap perempuan dan anak, dikelola KemenPPPA laporsapa129.kemenpppa.go.id
IASC OJK Melapor penipuan transaksi keuangan, termasuk transfer ke penipu iasc.ojk.go.id
Safe Travel dan Peduli WNI Kalau solo traveling ke luar negeri: info negara, tombol darurat di aplikasi, dan lapor diri safetravel.kemlu.go.id, peduliwni.kemlu.go.id

Untuk perjalanan ke luar negeri, situs Safe Travel milik Kementerian Luar Negeri mengajak kamu mendaftarkan perjalanan, dan aplikasinya punya tombol darurat. Portal Peduli WNI memfasilitasi lapor diri saat kedatangan, perpindahan, dan kepulangan. Menurut portal itu, lapor diri membantu perwakilan Indonesia memberi pelayanan dan pelindungan dengan lebih optimal selama kamu di luar negeri.

Tips

Simpan nomor darurat dengan awalan yang mudah dicari, misalnya "00 Polri 110" dan "00 Basarnas 115". Saat panik, kamu tidak perlu menggulir daftar kontak terlalu jauh.

Kapan cukup pergi sendiri, kapan perlu cari teman jalan

Ada anggapan bahwa solo traveler sejati harus mengurus semuanya sendiri. Kami tidak sepakat. Pergi sendiri adalah soal kebebasan memilih, dan memilih mengajak orang di bagian yang berisiko termasuk kebebasan itu. Pertanyaannya lebih praktis: di bagian mana perjalananmu sebaiknya tidak dijalani sendirian?

Diagram alur empat pertanyaan untuk memutuskan pergi sendiri atau mencari teman jalan
Empat pertanyaan yang bisa kamu jawab sebelum memesan tiket. Satu jawaban "ya" sudah cukup jadi alasan mencari barengan. Ilustrasi: Redaksi Wisapedia.Buka ukuran penuh untuk memperbesar (tab baru)

Empat pertanyaan di diagram itu bekerja seperti saringan:

  1. Apakah destinasinya mewajibkan rombongan atau pemandu? Kalau ya, keputusannya selesai. Kamu perlu teman jalan atau pemandu resmi sebelum booking. Contoh nyatanya ada di bagian berikut.
  2. Apakah aktivitasnya di alam terbuka, jalur sepi, atau malam hari? Naik gunung, snorkeling, dan trekking jauh dari keramaian termasuk di sini. Kalau kakimu terkilir di jalur sepi, kamu butuh orang yang bisa menemanimu atau turun mencari bantuan.
  3. Apakah ada biaya besar yang jauh lebih ringan kalau dibagi? Sewa kapal, mobil, atau tenda dibayar per unit yang disewa. Pergi sendiri berarti menanggung biaya satu unit itu sendirian. Cara membaginya dengan adil dibahas di panduan patungan.
  4. Apakah ini pertama kalinya kamu ke tempat itu? Kalau belum kenal medan, jalur pulang, dan titik aman, ikut ajakan dulu. Ini tips solo traveling untuk pemula yang paling sederhana: kunjungan pertama bareng rombongan, kunjungan berikutnya baru sendiri.

Kalau keempatnya dijawab "tidak", solo traveling bisa jalan, dengan sistem kabar dari bagian sebelumnya.

Yang jarang dibahas, solo tidak harus berarti sendirian dari awal sampai akhir. Kamu bisa memakai pola campuran: berangkat sendiri, bergabung dengan rombongan hanya di titik tertentu (misalnya pendakian satu malam atau sewa kapal ke pulau), lalu melanjutkan perjalanan sendiri lagi. Pola ini memberi kebebasan sekaligus menutup bagian yang paling berisiko. Gambaran besarnya ada di pilar panduan solo traveling, sedangkan cara mencari barengan yang cocok ada di panduan cari teman jalan.

Kalau yang menahanmu justru rasa cemas sebelum berangkat, itu wajar. Untuk cara mengelola stres secara umum, Bugar Selalu punya panduan mengelola stres sehari-hari.

Destinasi yang aturannya tidak mengizinkan kamu jalan sendiri

Aturan rombongan sebaiknya kamu ketahui sejak awal, sebelum membeli tiket transportasi ke basecamp. Tabel di bawah merangkum aturan yang kami cek langsung di sumber resmi. Aturan seperti ini bisa berubah, jadi anggap tabel ini titik awal, lalu cek ulang sebelum berangkat.

Destinasi Aturan resmi Catatan penting Sumber (dicek 12 Okt 2026)
Gunung Merbabu Minimal 3 dan maksimal 10 orang per rombongan; setiap anggota wajib punya Kode Pendaki Akun pendaki dibuat paling lambat 5 hari sebelum booking; booking paling lambat 3 hari sebelum pendakian F.A.Q Balai TNGMb, SOP SK. 55 Tahun 2026, Panduan Booking
Gunung Gede Pangrango Minimal 3 orang per kelompok Pendakian DITUTUP sampai waktu yang belum ditentukan, untuk pencegahan kebakaran hutan (pengumuman tayang sejak 31 Agustus 2026) Ketentuan dan pengumuman di sistem booking BBTNGGP
Gunung Sindoro via Kledung SOP basecamp mencantumkan larangan melakukan pendakian sendiri (harus rombongan) SOP basecamp Sigedang juga meminta pendaki tidak berjalan sendirian dan selalu bersama rombongan SOP basecamp di sistem Tiket Pendakian, mitra Perhutani KPH Kedu Utara
Taman Nasional Komodo (Labuan Bajo) Wisatawan tidak diperkenankan menjelajah secara mandiri Alasannya, biawak komodo tersebar hampir di seluruh pulau utama; kunjungan memakai jasa pemanduan Situs resmi Balai TN Komodo
Jalur pendakian Gunung Merbabu di sabana 1 jalur Selo dengan Gunung Merapi menyembul di atas lautan awanFoto: Hendrojkson / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0
Sabana 1 jalur Selo, Gunung Merbabu, dengan Gunung Merapi di kejauhan. Jalurnya terbuka dan luas, tetapi booking resminya tetap mensyaratkan minimal 3 orang per rombongan.

Hitung mundur dari tanggal naik

Aturan Merbabu punya konsekuensi yang perlu kamu hitung. Menurut SOP Balai, akun pendaki dibuat paling lambat 5 hari sebelum booking, dan booking paling lambat 3 hari sebelum pendakian. Kalau dua batas itu dijumlahkan, akun semua anggota sebaiknya sudah dibuat sekitar 8 hari sebelum tanggal naik. Panduan booking resmi juga meminta setiap anggota rombongan punya Kode Pendaki, yang aktif setelah diverifikasi admin taman nasional.

Artinya, kalau kamu solo traveler yang ingin naik Merbabu, mencari teman jalan harus dimulai jauh sebelum minggu keberangkatan. Mencari barengan tiga hari sebelum hari H hampir pasti terlambat. Langkah lengkap izin masuknya kami jelaskan di panduan simaksi.

Perhatian

Per 12 Oktober 2026, pendakian Gunung Gede Pangrango ditutup sampai waktu yang belum ditentukan, dan jadwal harian booking resmi masih menandai pintu Cibodas, Gunung Putri, dan Selabintana tutup. Pengumuman resmi BBTNGGP menyebut informasi pembukaan kembali akan disampaikan lebih lanjut. Jangan ikut tawaran naik lewat "jalur alternatif" selama penutupan berlaku.

Satu catatan lagi. Destinasi yang tidak menulis aturan rombongan belum tentu aman dijalani sendirian. Tidak adanya larangan berarti keputusan itu ada di tanganmu. Kembali ke empat pertanyaan di bagian sebelumnya.

Cara cari teman jalan yang aman sebelum berangkat

Begitu kamu memutuskan butuh barengan, tantangannya bergeser: bagaimana memilih orang asing yang layak jadi teman perjalanan? Langkah di bawah berlaku di platform mana pun, termasuk Wisapedia.

  1. Baca ajakannya sampai habis. Ajakan yang layak dipertimbangkan menyebut tujuan, tanggal, titik kumpul, kuota, estimasi biaya per orang beserta rinciannya, dan rute. Ajakan yang samar ("naik gunung minggu depan, yang mau japri") adalah tanda pertama untuk berhati-hati. Kamu bisa membandingkan contoh ajakan yang sedang terbuka di daftar trip bareng.
  2. Cek profil pembuatnya. Lihat apakah profilnya sudah terverifikasi dan apakah ada ulasan dari sesama peserta. Ulasan yang banyak belum tentu cukup. Baca isinya: apakah peserta lain menyebut hal konkret, misalnya biaya dibagi sesuai rincian atau jadwal berjalan sesuai rencana?
  3. Ngobrol dulu di chat grup. Di Wisapedia, koordinasi berjalan di chat grup di dalam platform dan nomor kontak tidak ditampilkan publik. Perhatikan cara calon teman jalanmu menjawab pertanyaan. Jawaban yang jelas dan sabar biasanya pertanda baik.
  4. Tanyakan hal yang tidak tertulis. Siapa saja peserta lainnya, apakah ada yang pernah ke destinasi itu, dan apa rencananya kalau cuaca buruk atau jalur ditutup.
  5. Kalau kamu yang mengajak, tulis ajakan selengkap mungkin. Kamu bisa memasang ajakan trip sendiri dengan detail tujuan, tanggal, kuota, dan biaya, supaya yang bergabung paham sejak awal. Alur lengkapnya dari pasang ajakan sampai berangkat ada di halaman cara kerja Wisapedia.
Infografis tiga tahap pemeriksaan sebelum bertemu teman jalan baru: sebelum minta gabung, hari pertemuan, dan selama trip
Dua belas langkah dalam tiga tahap yang bisa kamu cek sendiri sebelum dan selama trip. Ilustrasi: Redaksi Wisapedia.Buka ukuran penuh untuk memperbesar (tab baru)

Tanda bahaya yang membuat kamu sebaiknya mundur

  • Kamu didesak mentransfer uang muka ke rekening pribadi secepatnya, sebelum ada rincian biaya tertulis.
  • Calon teman jalan menolak ngobrol di chat grup dan terus meminta pindah ke chat pribadi.
  • Detail trip berubah-ubah tanpa alasan jelas, misalnya titik kumpul pindah ke tempat sepi.
  • Pertanyaan yang diajukan terlalu pribadi dan tidak ada hubungannya dengan trip, seperti alamat rumah atau status hubunganmu.

Wisapedia adalah tempat mencari teman jalan, bukan aplikasi kencan. Kalau percakapan mulai mengarah ke sana dan kamu tidak nyaman, kamu berhak berhenti, lalu memakai tombol lapor dan blokir.

Penting

Verifikasi profil dan ulasan membantu kamu menilai orang, tetapi tidak menjamin keamanan mutlak. Keputusan terakhir tetap di tanganmu. Kalau ada yang terasa janggal, mundur selalu boleh.

Hari pertemuan dan selama trip: aturan main untuk menekan risiko

Pertemuan pertama termasuk momen yang perlu paling hati-hati, karena kamu belum benar-benar mengenal orangnya. Aturannya sederhana dan sebaiknya tidak ditawar.

Pertemuan pertama di tempat umum

Pilih titik kumpul yang ramai dan punya petugas, misalnya ruang tunggu stasiun atau terminal. Datang dengan transportasimu sendiri, jangan minta dijemput di rumah atau penginapan. Sebelum berangkat ke titik kumpul, kirim kabar ke orang rumah: nama teman jalan, tautan profilnya, lokasi titik kumpul, dan jam pertemuan.

Ruang tunggu Stasiun Bandung yang ramai penumpang, dengan deretan sofa, koper, dan area kerja bersamaFoto: Irvan Cahyo N / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0
Ruang tunggu Stasiun Bandung sisi utara. Tempat umum yang ramai seperti ruang tunggu stasiun termasuk titik kumpul yang wajar untuk pertemuan pertama.

Kalau di titik kumpul ada yang terasa tidak beres, misalnya pesertanya berbeda dari yang dijanjikan atau rencana tiba-tiba berubah, kamu boleh membatalkan di tempat. Uang yang hangus memang menyebalkan. Tetapi itu lebih mudah diganti daripada memaksakan diri ikut perjalanan yang sejak awal terasa salah.

Selama perjalanan

  • Pegang sendiri tiket, kartu identitas, dan uangmu. Jangan titipkan ke orang yang baru kamu kenal.
  • Pisahkan uang tunai di dua tempat, supaya satu dompet yang hilang tidak menghabiskan semuanya.
  • Tetap jalankan jam check-in dengan orang rumah, walau kamu sudah merasa akrab dengan rombongan.
  • Kalau ada peserta yang melanggar kesepakatan atau membuatmu tidak aman, laporkan akunnya dan blokir. Untuk ancaman atau tindak kekerasan, hubungi Call Center Polri 110.

Tips solo traveling untuk perempuan

Untuk solo traveling wanita, semua langkah di atas tetap berlaku. Ada beberapa tambahan yang sering membuat perjalanan terasa lebih tenang. Tanyakan komposisi rombongan sebelum bergabung, dan pilih ajakan yang pesertanya membuatmu nyaman. Sepakati pembagian tenda atau kamar sebelum berangkat, jangan di lokasi. Simpan kanal SAPA 129, layanan pengaduan KemenPPPA untuk kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Kalau mengalami pelecehan, kamu bisa melapor ke platform, ke SAPA 129, dan ke polisi. Ringkasan langkah aman versi singkat ada di halaman Tips Aman Wisapedia.

Catatan

Mengikuti semua langkah ini tidak membuat kamu "berlebihan". Rombongan yang baik justru menghargai teman jalan yang jelas soal batasannya sejak awal.

Uang bareng orang baru: patungan rapi tanpa drama

Menurut kami, urusan yang paling perlu dirapikan saat jalan bareng orang yang baru dikenal adalah uang. Biaya yang tidak dirinci sejak awal mudah berubah jadi salah paham di tengah perjalanan. Tiga kebiasaan ini membantu mencegahnya.

Rinci biaya sebelum berangkat. Tulis komponen biaya bersama (izin masuk, transportasi, sewa alat, logistik), siapa membayar apa, dan kapan dilunasi. Kalkulator patungan membantu menghitung bagian tiap orang dan siapa perlu transfer ke siapa. Untuk alat yang mau disewa bersama, cocokkan dulu dengan checklist perlengkapan supaya tidak ada yang dobel atau terlupa.

Minta bukti sebelum mengganti uang ketua rombongan. Di sistem booking Merbabu, misalnya, kode OTP dikirim ke WhatsApp ketua rombongan, pembayaran lewat Virtual Account BRI, dan e-tiket dikirim ke email serta WhatsApp ketua rombongan (Panduan Booking TNGMb, dicek 12 Oktober 2026). Kalau kamu anggota yang mengganti bagianmu ke ketua, minta ketua menunjukkan e-tiket atau rincian booking yang memuat namamu sebelum kamu transfer. Pastikan juga data identitasmu benar sebelum ketua membayar, karena panduan yang sama menyebut data booking tidak bisa diubah setelah Virtual Account terbit.

Jangan transfer ke rekening pribadi tanpa bukti resmi. Aturan ini berlaku juga untuk open trip. Kalau kamu ikut trip yang diselenggarakan operator, bayar lewat kanal resmi operatornya. Di Wisapedia, operator open trip hanya tampil sebagai listing berlabel setelah legalitasnya diverifikasi. Label itu membantu, tetapi tetap minta bukti pembayaran resmi.

Kalau terlanjur tertipu, bergerak cepat. Hubungi bank atau penyedia dompet digitalmu, lalu laporkan ke Indonesia Anti-Scam Centre, forum yang dipimpin OJK untuk mempercepat penanganan penipuan transaksi keuangan. Halaman IASC menyebut dua langkah yang perlu segera dilakukan: lapor ke IASC untuk upaya pemblokiran rekening, dan buat laporan polisi di kantor polisi terdekat untuk jalur hukum. Pelapor diminta menyiapkan kronologi, data rekening korban dan terlapor, bukti transfer, serta tangkapan layar percakapan. Kebiasaan menyimpan percakapan di chat grup membuat bukti ini lebih mudah dikumpulkan.

Pada akhirnya, solo traveling tips yang paling menolong berupa kebiasaan: kabari satu orang, kenali aturan destinasi, dan tahu kapan mengajak orang lain. Kalau destinasimu ternyata butuh barengan, lihat ajakan yang sedang terbuka di daftar trip bareng atau pasang ajakanmu sendiri, lalu baca Tips Aman sebelum bertemu.

Bagikan panduan ini

Cari barengan ke sini

Mau ke Gunung Merbabu, Gunung Sindoro, atau Labuan Bajo? Lihat ajakan aktif dari sesama pengguna Wisapedia, atau pasang ajakanmu sendiri dan ajak orang yang tujuannya sama.

Memuat ajakan aktif

Sumber

Semua sumber dibuka dan dicek pada 12 Oktober 2026.

Tanya jawab

Apakah solo traveling aman untuk pemula?

Risikonya bisa ditekan kalau kamu memulai dari destinasi yang ramai dan mudah dijangkau, punya rencana tertulis yang dibagikan ke satu orang di rumah, dan menyimpan nomor darurat resmi (110 Polri, 115 Basarnas). Untuk aktivitas di alam terbuka seperti naik gunung, pemula lebih baik ikut rombongan dulu, apalagi beberapa gunung memang mewajibkannya.

Bolehkah naik gunung sendirian di Indonesia?

Tergantung pengelolanya. Per 12 Oktober 2026, Balai TN Gunung Merbabu mensyaratkan 3 sampai 10 orang per rombongan, Gunung Gede Pangrango minimal 3 orang per kelompok, dan SOP basecamp Kledung di Gunung Sindoro melarang pendakian sendiri. Selalu cek SOP terbaru di situs atau sistem booking resmi gunung tujuanmu.

Kapan sebaiknya mencari teman jalan daripada pergi sendiri?

Saat destinasi mewajibkan rombongan atau pemandu, saat aktivitasnya berisiko (alam terbuka, jalur sepi, malam hari), saat ada biaya besar yang jauh lebih ringan kalau dibagi seperti sewa kapal atau tenda, dan saat kamu baru pertama kali ke tempat itu.

Bagaimana cara aman bertemu teman jalan yang dikenal dari internet?

Kenalan dulu lewat chat grup di dalam platform, cek profil yang terverifikasi dan ulasan sesama peserta, lalu bertemu pertama kali di tempat umum yang ramai seperti stasiun atau terminal. Datang dengan transportasimu sendiri, kabari satu orang di rumah soal nama teman jalan dan lokasi, dan bagikan lokasi real-time.

Apa tips solo traveling untuk perempuan?

Tanyakan komposisi rombongan sebelum bergabung, sepakati pembagian tenda atau kamar sejak awal, pegang sendiri tiket, kartu identitas, dan uangmu, serta simpan kanal SAPA 129 milik KemenPPPA untuk pengaduan kekerasan terhadap perempuan. Kamu selalu boleh mundur kalau ada yang terasa janggal.

Nomor darurat apa yang perlu disimpan saat solo traveling?

Minimal Call Center Polri 110 dan Kontak Darurat SAR Basarnas 115. Simpan juga kanal SAPA 129 (KemenPPPA) dan Indonesia Anti-Scam Centre OJK untuk melapor penipuan transaksi keuangan. Kalau ke luar negeri, daftarkan perjalanan di Safe Travel Kemlu dan lakukan lapor diri di portal Peduli WNI.

Apa yang harus dilakukan kalau tertipu saat patungan trip?

Segera hubungi bank atau penyedia dompet digitalmu, kumpulkan bukti (kronologi, bukti transfer, tangkapan layar percakapan), lalu laporkan ke Indonesia Anti-Scam Centre di iasc.ojk.go.id dan buat laporan polisi di kantor polisi terdekat. Kalau penipuan terjadi lewat Wisapedia, laporkan juga akun pelakunya lewat tombol lapor.

Panduan terkait